Senin, 30 Desember 2024

AC Muhammadiyah, Langkah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

Penulis : Gref Kemerindo

Mahasiswa Pascasarjana PAI Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB)

Suatu sore pada tanggal 11 Desember 2024 Saya membaca cuitan Ridwan Hanif, seorang influencer, di platform media sosial X mengenai AC Muhammadiyah (AC MU). Cuitan ini cukup menarik karena Saya sama sekali tidak menyangka Muhammadiyah yang selama ini dikenal dengan pengabdiannya di bidang pendidikan dan kesehatan juga merambah ke bidang teknologi.

AC berteknologi smart inverter ini diperkenalkan kepada khalayak dalam acara Tanwir Muhammadiyah 2024 di Kupang sebagai AC resmi persyarikatan Muhammadiyah. AC inverter adalah AC dengan kompresor yang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan kinerja tergantung pada suhu luar ruangan dan jumlah orang yang ada di dalam ruangan. Berbeda dengan AC standar yang memiliki konsumsi daya tetap sejak awal dihidupkan, AC inverter memiliki konsumsi daya yang besar hanya saat awal dihidupkan hingga suhu yang diinginkan tercapai saja. Hasilnya, penggunaan listrik menjadi lebih hemat.

Sebelum diluncurkan untuk umum pada 4 Desember 2024, AC ini sudah diuji di enam rumah sakit Muhammadiyah dengan total pemasangan mendekati 1.000 unit sejak tahun 2017. AC MU dirancang untuk memiliki efisiensi energi yang tinggi sehingga tidak boros listrik. AC MU ini juga diklaim ramah lingkungan karena memiliki jejak karbon yang lebih sedikit.

AC MU mendapatkan sertifikat hemat energi bintang 5 dari kementerian ESDM. Tingkat hemat energi diukur dengan menggunakan Label Tanda Hemat Energi (LTHE) sebagai informasi bahwa produk atau peralatan tersebut telah memenuhi persyaratan efisiensi energi tertentu. LTHE memiliki 5 tingkat hemat energi yang ditandai dengan 1 bintang, 2 bintang, 3 bintang, 4 bintang, dan 5 bintang. Semakin banyak bintang pada LTHE, maka semakin hemat energi produk atau peralatan tersebut.

Berdasarkan data yang diperoleh dari web https://ac-mu.id/ penggunaan AC MU di RS Islam Jakarta Cempaka Putih sejak tahun 2017 telah menghemat energi sekitar 24%, RS Islam Jakarta Sukapura sejak 2019 telah menghemat 26%, RS PKU Muhammadiyah Gamping sejak 2020 telah menghemat 26%, RS PKU Muhammadiyah Bantul sejak tahun 2020 telah menghemat 19,6%, dan RS Muhammadiyah Lamongan sejak 2022 telah menghemat 17%.

Keunggulan lain dari AC MU ini adalah adanya pengingat waktu shalat. Fitur jadwal shalat pada AC MU memungkinkan konsumen menerima pengingat shalat yang terintegrasi dengan sistem pendingin ruangan. Konsumen dapat memilih tampilan jadwal shalat visual atau suara adzan pada waktu shalat. Dengan begitu, konsumen dapat tetap fokus pada aktivitas sehari-hari tanpa khawatir terlewatkan waktu shalat, sekaligus menikmati udara yang sejuk dan nyaman di ruangan mereka.

AC MU ini diproduksi oleh PT. Green Sinar Mentari, yang merupakan perusahaan kerjasama (joint venture) antara PT. Green Solutions Indonesia dengan PT. Menara Surya Bersama (Persyarikatan Muhammadiyah).  PT. Green Solutions Indonesia adalah anak perusahaan Taiace Group Sdn Bhd dari Malaysia. Perusahaan ini beroperasi di berbagai industri, termasuk telekomunikasi, solusi hemat energi, produk distribusi tenaga listrik, serta produk minyak dan gas. Kerjasama PT. Green Solutions Indonesia dengan enam rumah sakit milik Muhammadiyah membuat persyarikatan Muhammadiyah memiliki kepercayaan yang tinggi dalam inovasi teknologi hemat energi. Kerjasama ini menunjukkan komitmen kedua belah pihak  terhadap inovasi, layanan, dan pelestarian lingkungan.

Selain itu, Muhammadiyah melalui PT. Green Sinar Mentari juga menjalin kerjasama dengan MTDC (Malaysia Technology Development Corporation) dan didukung oleh Unit Peneraju Agenda Bumiputera (TERAJU) Malaysia. Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mendukung teknologi canggih dan keberlanjutan lingkungan, sesuai dengan visi AC MU sebagai penyedia solusi untuk penghematan energi dan keterlibatan dalam ESG yaitu Environmental (Lingkungan), Social (Sosial), dan Governance (Tata Kelola).

Saya kagum dengan kepedulian Muhammadiyah terhadap pelestarian lingkungan. Penggunaan AC hemat energi selain bisa mengurangi biaya listrik konsumen juga membuat konsumen dapat berkontribusi terhadap penggunaan bahan baku listrik dibandingkan jika mereka memilih menggunakan AC dengan konsumsi daya yang besar. Seperti kita ketahui, sebagian besar pasokan listrik di negara kita masih berasal dari batubara. Energi dari hasil pembakaran batubara di PLTU dikonversi menjadi listrik yang dialirkan ke konsumen oleh PLN. Jika konsumsi listrik dapat dikurangi, diharapkan pembakaran batubara pun dapat berkurang. Dengan demikian, limbah yang dihasilkan dari proses tersebut pun lebih sedikit.

Komitmen Muhammadiyah terhadap kelestarian lingkungan ini patut kita dukung. Dengan banyaknya lembaga pendidikan di bawah naungan Muhammadiyah, bukan tidak mungkin suatu saat nanti Muhammadiyah bisa membangun pusat riset berbasis STEM dengan inovasi-inovasi teknologi yang mendukung komitmen Muhammadiyah terhadap pelestarian lingkungan. Saya sungguh berharap hal ini dapat terwujud. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

AC Muhammadiyah, Langkah Muhammadiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

Penulis : Gref Kemerindo Mahasiswa Pascasarjana PAI Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) Suatu sore pada tanggal 11 Desember 2...